( GROBOGAN TERBANYAK MENCATAT REKOR MURI )
Bookmark this post: |
After visiting these great sites, be sure to visit AboutSchool.com's English and literature section.
GROBOGAN METRO REALITA
Lahan hutan merupakan lahan yang perlu kita lestarikan baik upaya reboisasi maupun peningkatan pengamanannya, harus benar – benar kita laksanakan dengan baik. Agar kerusakan hutan dapat kita hindari,sehingga dalam hal ini adanya salah satu upaya yang dilaksanakan pemerintah untuk mengurangi kerusakan sumber daya alam tersebut dengan “ Menanam Banyak Pohon di Sekitar Sumber Air dan Lahan Yang Kosong “ kata Bupati Bambang Pudjiono, saat acara penyerahan Sharing produksi kayu tahun 2009 di sekretariat LMDH Jati Lestari Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan. ( 13/4 ) Lanjut ia, agar dampak global worning dapat kita minimalisir, terjadinya pemanasan global dan perubahan iklim akibat dari penggunaan bahak bakar fosil, bahan – bahan kimia yang tidak ramah lingkungan dan didukung kerusakan hutan yang tidak terkendali “ Ungkap Bupati. Acara Sharing tersebut, administratur / KKPH Semarang Purwodadi, Gundih dan telawah, Giri Irwanto menyampaikan Sharing yang masuk dalam binaan ia, KPH Semarang meliputi LMDH di wilayah Kecamatan Kedungjati dan Tanggungharjo, Sharing yang didapat pada tahun 2009 total sebesar Rp. 137,6juta dari total seluruh penerima LMDH diwilayah KPH Semarang sebanyak 23 LMDH.
Pihaknya, menghimbau“dana bagi hasil hutan ini, LMDH dimaksudkan mampu menjaga kelestariannya dan dapat mengelola dengan baik, meningkat dari tahun ke tahun.” Sehingga Sharing dapat kita lestarikan dan disarankan LMDH membentuk unit – unit koperasi agar sistem perekonomian di lingkungan kelompok dapat tertata” kata Irwanto “
Pembinaan LMDH Program pembinaan masyarakat LMDH melalui suatu wadah, pengelolaan hutan bersama masyarakat ( PHBM ) merupakan program dibawah Asuhan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Grobogan, salah satunya meliputi program pembinaan “ Pengembalian Fungsi Hutan “ kata Kadinas Distanbun, Ir. ZUFRON MM yang didampingi Kabip perlindungan dan pemanfaatan hutan Ir. Cp. Herry Purnama saat ditemui Tubas di kantornya baru – baru ini, lanjut Kadinas, untuk pengambalian fungsi, masyarakar ikut berperan penting dalam menjaga keutuhan hutan, tetap lestari, sebagai fungsi penghijauan.Pihaknya untuk pengelolaan hutan, melalui Forum ( PHBM ) mengusulkan pada pemerintah, agar masyarakat petani hutan, mendapat Kouta pupuk dari pemerintah. “ karena LMDH, termasuk petani yang produktif, “ ungkapnya ( Gus murgan )
Pimpinan Umum
Drs.Edy Cahyono
Pimpinan Redaksi
Rahadi Agus Prihanto
Pimpinan Perusahaan
R.Henry Santoso
Redaktur Pelaksana
Muhamad Kayat,SE
Pembina
Drs.Sumedi
Penasehat Hukum
Hidayatun Rochman,SH
Hendro Soekotjo,SH
Edi Mulyono,SE
Bagian Keuangan
Santi Setiawaningsih
Yani Susanto
Staf Redaksi
Sabar H.W,Yuli Setiawan,Ahmad Fatoni
Kepala Staf Koordinator Lapangan
Suhartono,Warsidi Heri Sumanto S.Pd
Artistik / Desain
Marketing
Indah Pujianti,SE
Gunawan
Biro Grobogan
Sunardi AMa.Pd,Sutomo
Biro Blora
Widodo,S Ag
http://nirwanapos.blogspot.com
Diterbitkan Berdasarkan
UU RI NO.40/1999
CV RIYADHI PERKASA
Badan Hukum
AKTA NOTARIS P/NO.-04-/MR/XI/2005
Alamat Redaksi/Tata Usaha :
Jln.Hayam Wuruk Banaran III No.01/ 22
Purwodadi - Grobogan
Kabupaten Grobogan 58111 Jawa -Tengah
Tlp (0292) 426432,081.577 89906
E-mail : metropers@yahoo.com
Tetapi membuat orang lain susah hidupnya, itu hal yang tidak bisa dimaklumi sewajarnya. Ada orang yang begitu gampang membuat susah hidup orang lain.Aksi menggunakan formalin untuk mengawet ikan, harus kita sebut sebagai tindakan jahat karena membuat susah hidup orang lain. Tegas kita katakan seperti itu. Jangan tanya mengapa. Sebabnya sangat jelas. Formalin itu untuk mengawet mayat manusia, bukan mengawet bahan makanan yang kemudian dikonsumsi manusia.
Di dalam formalin terkandung banyak bahan kimia yang tidak dimaksudkan untuk mengawet bahan makanan. Artinya, jika digunakan untuk mengawet bahan makanan, maka tubuh manusia akan menjadi sangat terganggu oleh zat kimia itu.Bahan kimia ini sebenarnya berfungsi membunuh bakteri dan biasa dipakai sebagai bahan pengawet pada mayat. Namun sebagian orang, terutama pada pedagang, menggunakannya untuk mengawetkan dan memberi bentuk yang bagus pada makanan.
Mengonsumsi makanan berformalin dapat menyebabkan sakit pada tenggorokan, lambung dan pencernaan. Gejala awal akan timbul rasa terbakar di lidah, dan dampak terparahnya dapat menyebabkan kanker.Kita sangat prihatin dengan kasus penggunaan formalin untuk mengawet ikan seperti yang terungkap di Atambua. Diberitakan bahwa sekitar 500 kg ikan dari Kalabahi, Alor menggunakan formalin sebagai zat pengawet. Tetapi kita tidak bisa hanya berhenti pada prihatin. Kita butuh lebih dari sekadar prihatin.Dari pengalaman, di daerah ini penggunaan formalin untuk mengawet makanan bukan baru kali ini terungkap. Sekitar sepuluh tahun lalu, aparat berhasil mengungkap penggunaan formalin dalam mie basah di Kota Kupang. Sesudah mie, beberapa tahun kemudian juga terungkap penggunaan formalin dalam tahu/tempe. Sekarang ikan di Atambua juga mengandung formalin.Waktu kasus mie formalin terungkap, ada orang yang diperiksa. Tetapi sampai sekarang tidak ada tersangkanya. Mengapa? Walauhalam.
Kita tidak mengerti mengapa para pedagang begitu mudah mendapat formalin untuk merusakkan tubuh orang lain melalui bahan makanan yang diawet. Pastilah formalin bisa dibeli di apotek. Tetapi apakah semua orang bisa dengan leluasa mendapatkannya? Apakah tidak ada aturan yang mengatur tata cara pembelian formalin? Kalau tidak ada aturan, lalu bagaimana pemerintah bisa dan harus memantau bahan-bahan makanan yang diduga menggunakan formalin?Kita ingin mengemukakan beberapa pikiran. Pertama, batasi penjualan formalin. Artinya, pemerintah bersama instansi terkait di sektor kesehatan perlu punya aturan yang membolehkan siapa atau pihak mana saja yang membeli formalin. Akan sangat berbahaya jika semua orang bisa seenaknya membeli formalin.
Kedua, pemerintah juga mesti ketat mengawasi bahan-bahan makanan yang dijual. Ikan, tahu/tempe/daging adalah bahan makanan yang kalau tidak habis dijual masih bisa disimpan untuk dijual lagi. Peluang penggunaan formalin sangat terbuka untuk jenis bahan makanan seperti ini.Ketiga, penyuluhan kepada para pedagang tentang bahaya formalin dalam makanan perlu terus dilakukan. Boleh jadi, mereka yang menggunakan formalin mengawet bahan makanan tidak paham dan tidak tahu bahayanya bagi kesehatan manusia.
Keempat, kita harapkan agar pemerintah terus melakukan kontrol penjualan makanan. Jika pedagang lepas kontrol dan pembeli tidak punya alat kontrol, bagaimana memastikan bahan makanan yang dijual bebas formalin? Apa susahnya menyidak tempat-tempat penjualan ikan, tahu/tempe, daging untuk memastikan bahan makanan itu bebas formalin?Mudah-mudahan ikan berformalin di Atambua melecut kesadaran pemerintah untuk lebih serius memperhatikan kelaikan bahan makanan yang dijual secara umum. Warga sebagai konsumen sangat membutuhkan perhatian dan keseriusan pemerintah terhadap bahan makanan yang dijual secara bebas.
Sudah menjadi sasaran empuk bagi banjir khusunya di Kampung Banaran Purwodadi,(31/3)Tepat di Jantung kota Purwodadi ,merupakan daerah perkotaan berada di Jln Hayam Wuruk Kampung Banaran Tergenang air.Ketinggian air yang menggenangi rumah di Kampung banaran setinggi 30 cm,Hal ini terjadi di daerah titik rawan daerah yang merupakan dataran rendah.Luapan air di Desa Gempol payung Kec Purwodadi setinggi ( peres ) dengan jembatan gantung Gempol Payung Kecamatan Purwodadi beruntung dalam musibah banjir berlangganan ini belum ada korban jiwa.
Akibat hujan deras ini air di anak sungai yang menuju ke sungai lusi tersendat ,sehingga pembuangan air tehambat.Akibatnya, aliran air Kali Gempol payung terhambat sehingga meluap sampai menggenangi puluhan rumah penduduk di lingkungan Rt Banaran Purwodadi.Puluhan Rumah di Gempol Payung terendam air hingga ketinggian mencapai ½ meter Lingkungan Rt 01 Banaran dan Rt 02 Beberapa rumah terendam air, hingga sehari semalam.Untuk Kecamatan Purwodadi banjir terjadi di enam desa.Di antaranya Desa Kedungrejo sebanyak 270 rumah, Desa Karanganyar 426 rumah, Desa Nambuhan 18 rumah, Desa Nglobar 24 rumah, Kelurahan Purwodadi 605 rumah, dan Kelurahan Kuripan sebanyak 157 rumah.Meski demikian tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun beberapa warga sempat panik jika sewaktu waktu ada kiriman air yang lebih besar lagi.
Inah(437) jl.Hayam Wuruk Banaran Rt 01 warga banaran Purwodadi Kepada Tim Investigasi Metro Realita mengatakan,sejauh ini kepanikan warga sudah mulai mencekam saat itu,semua perabotan rumah tangga sudah mulai dinaikan,karena takut tergenang air .”saat air sudah mulai naik kami kecapekan mas semua barang barang seperti kasur sudah saya naikan di atas agar tidak terkena banjir.”ya beruntung kami dapat bantuan beras 2 kilo serta mie satu bungkus bisa untuk meneruskan perjalanan hidup,karena saat itu juga suami saya tidak dapat kerja hanya nongkrong dirumah.”ungkap inah fahat”Hujan deras kemarin yang mengguyur wilayah kabupaten Grobogan, ditambah banjir kiriman baik dari wilayah Pegunungan Kendeng Selatan, Blora dan Kendeng Utara menyebabkan Kali Lusi penuh. Kemudian anak sungai Lusi jadi limpas,” ungkap Agus Ketua LSM Info-Kom.Banjir juga kembali menggenang lahan padi yang masih berusia belasan hari. Data sementara, lahan yang tergenang mencapai 135 hektar sawah, meliputi tanaman padi 100 hektar, jagung 20 hektar, kedelai 10 hektar, dan sayur-sayuran seluas 5 hektar.Beberapa desa yang masuk Kecamatan Grobogan. Seperti di Desa Getasrejo sebanyak 593 rumah, 172 rumah di Desa Rejosari, 831 rumah di Desa Putatsari, dan 209 rumah di Desa Ngabenrejo.Namun setelah terendam sehari semalam Pukul 19.30 WIB luapan banjir dari Perkotaan melaju menuju ke Barat sehingga wilayah Brati seperti Menduran,Desa Lemahputih ,Desa Temon,sampai Klambu Puluhuan hektar tanah kembali terendam.
Masyarakat Grobogan sampai saat ini sangat prihatin bila ada hujan selalu kebanjiran ,padahal Kali Lusi sendiri berada di jalur perlintasan antara Blora-Purwodadi-Kudus (Laut Jawa-red). Di wilayah Grobogan, mulai dari Kecamatan Ngaringan- Wirosari-Tawangharjo- Purwodadi-Grobogan- Klambu hingga ke Undaan Kudus. Sedangkan kecamatan di luar yang disebutkan di atas terlintasi oleh beberapa anak Kali Lusi.Sementara kanal dan saluran Jeratun Seluna yang dahulu pernah dikerjakan PT Istaka Karya sejauh ini saluran tersebut sudah tak berfungsi,bahkan banyak sekali di perdesaan yang di lalui oleh Kali proyek Jeratun Seluna sampai saat ini sudah alih fungsi malah di tanami pisang atau padi oleh masyarakat. Seperti diketahui, wilayah yang selalu jadi langganan banjir adalah yang tak jauh dari Kali Lusi dan anak sungainya. Padahal hampir seluruh wilayah Grobogan secara merata.(gus murgan)
Grobogan Metro Realita
Pemkab. Grobogan sejak tahun 2003-2008 telah berhasil menghijaukan lahan seluas 10.372 hektar, yang tersebar di 19 Kecamatan dan melalui Program Gerakan Nasional Rehabilitas Hutan dan Lahan (GNRHL), bahkan kegiatan di Grobogan dinilai paling berhasil di Indonesia juga terbukti telah diterimanya penghargaan dari Presiden sebagai Pemenang Juara I Tingkat Nasional tentang Kinerja Bupati dalam kegiatan (GNRHL).
Dalam kegiatan tersebut, Serentak Indonesia (APSI) tahun 2009 ini dari target 2.683,226. “Kita telah menanam 2.339,673 batang atau 87%-nya. Sedang di kegiatan Perempuan Tanam Pohon dan Pelihara sampai dengan bulan November 2009 ini telah tertanam sebanyak 63,647 batang pohon”, kata Bupati dalam sambutannya di acara Gerakan Wanita Tanam dan Pelihara Pohon serta Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional di Desa Juwoko, Kecamatan Geyer, Selasa, 01 Desember 2009.Reboisasi Bupati Grobogan, H. Bambang Pudjiono, SH. menegaskan kerusakan hutan akibat penebangan liar dan kebakaran harus segera dihentikan, karena jika hal itu dibiarkan bisa mendatangkan bencana alam, seperti tanah longsor dan kekeringan. Sumber air di daerah hilir merupakan salah satu untuk mengurangi dampak kerusakan tersebut. Perlu adanya upaya reboisasi secara besar-besaran.Menurut Bupati, hutan dan lingkungan yang telah rusak tidak dapat berfungsi lagi untuk menyerap gas-gas yang berbahaya dan pengatur tata air bagi kehidupan manusia, atau makhluk hidup lainnya. Untuk itu semua pihak diminta untuk sungguh-sungguh menghentikan penyebab kerusakan hutan tersebut dengan cara melakukan reboisasi secara besar-besaran dan serentak serta meningkatkan pengawasan ketat.“Selain demi menjaga keseimbangan alam, kita juga mengharap agar Kabupaten Grobogan tahun depan bisa meraih penghargaan kembali untuk penghijauan”, kata Bupati. Dan ditegaskan kepada warga masyarakat, untuk dapat merawat hutan dan tanaman agar bisa menjadikan hutan dan tanamannya berguna demi kepentingan masyarakat banyak.(Gus Murgan)
Grobogan MetroRealita.
Kondisi jalan menuju ke SMP N 2 Tegowanu sepanjang 7 km kondisinya sangat memprihatinkan. Pasalnya jalan yang menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Tegowanu ini sebenarnya cukup strategis sebagai sarana transportasi. Disampaing satu-satunya yang menghubungkan sekolah ke SMP N 2 Tegowanu maupaun ke SMP N 3 Tegowanu dan Sekolah Dasar Negeri, termasuk desa Kedung Wungu, desa Pepe, desa Curug. Disamping daerah penghasil padi juga polowijo, dimana saat ini masyarakatnya mulai menanam kedelai maupun kacang hijau. Menurut Wanto warga desa Curug yang sehari – hari mbekerja sebagai penjaga sekolah di SMP N 2 Tegowani kepada wartawan mengatakan anak-anak sekolah di SMP N 2 sini sering terlambat masuk. Disebabkan kondisi jalan sangat parah apabila hujan air berkubang dan licin. Jadi harus hati-hati apalagi pada musim kemarau debu bertebaran bisa-bisa Mahbuta (lemah masuk mata) ungkapannya. Kepada PEMKAB Grobogan agar jalan di desanya bisa diperhatikan mengingat saat ini kondisinya rusak berat, terangnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Joko selaku ketua RT di Desa Curug saya sangat prihatin dengan kondisi jalan desanya yang sebenarnya cukup strategis dan potensi sekali bagi warga desa Dukuh, desa Curug, desa Pepe dan sekitarnya. Joko menambahkan bahwa sudah ada sebagian jalan yang di cor tapi hanya beberapa Km, saja yang rusak lebih banyak dan kemarin habis diperbaiki ya cor-coran lagi tapi hanya 50 m saja, terangnya. Joko dan warga desa berharap Bupati dan DPRD Grobogan bisa tersentuh agar bisa memperhatikan kondisi jalan yang ada, tegasnya (gus murgan).
Akibat badai angin topan yang terjadi di Kabupaten Grobogan memporak porandakan rumah penduduk di Desa Genggangtani Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan,Puluhan warga mengalami kerugian material terutama genteng dan pohon pohon berhamburan.Bencana angin Topan yang akhir-akhir ini sering terjadi di Grobogan terus membawa korban,Sasaran badai angin lesus ini merobohkan sejumlah rumah warga yang sebagian besar terbuta dari bambu dan tanpa pondasi,di perkirakan warga mengalami kerugiaan jutaan rupiah.Tak luput bangunan sekolah yang usianya sudah tua, juga ikut ambruk,Namun dalam musibah ambruknya sekolah SD N 3 Ginggangtani tersebut tidak ada korban jiwa.
Sementara untuk proses belajar dan mengajar terhambat.Bangunan SD Genggangtani masih berbentuk bangunan lama bagian bawah terbuat dari didnding bata namun untuk sebagian atas terbuat dari kayu yang kondisinya sudah rusak berat,bahkan untuk ruang kantor guru bangunan juga tidak layak di huni ,meski demikian para Guru juga tabah untuk tetap memberi bimbingan belajar kepada siswanya bahkan sejak kejadian itu proses belajar kelas I dan II dialihkan sementara ke gudang sekolah untuk kelas III belajar di ruang kepala sekolah meski bergantian, kelas I dulu baru kemudian sekitar pukul 09.30 diganti kelas II ,semua guru dalam memberikan pelajaran juga tak kenal lelah
Robohnya bangunan gedung SD tersebut karena bangunan sudah cukup tua dan bahan bangunan tersebut sudah tidak kuat juga pada bagian atap yang lapuk berat.Sementara Kepala Dinas Pendidikan H Sugiyanto .SH.MM saat ditemui Metro Realita “Pihaknya akan segera membangun kembali bangunan yang sudah roboh tersebut untuk sementara waktu proses belajar di alihkan pada bangunan yang lebih aman ,hal ini bertujuan untuk menghindari korban jiwa,bagi guru dan siswa untuk kegiatan belajar dan mengajar agar lebih mengupayakan keselamatan siswa.”ungkapnya.Kepala SDN 3 Ginggantani, Slamet Supriyadi kepada metro realita membenarkan bahwa gedung SD tersebut usianya sudah tua karena dibangun sejak tahun 1997.sementara dalam proses belajar dan mengajar untuk siswa kelas I ,II dan III akan dialihkan di tempat yang aman,untuk menghindari musibah ambruknya gedung SD tersebut.
Pergi dan temuilah masyarakatmu,
hiduplah dan tinggallah bersama mereka,
cintai dan berkaryalah bersama mereka.
Mulailah dari apa yang telah mereka miliki,
buat rencana lalu bangunlah rencana itu
dari apa yang mereka ketahui,
sampai akhirnya, ketika pekerjaan usai,
mereka akan berkata:
"Kamilah yang telah mengerjakannya."
Grobogan Metro Realita
Dalam acara pencanangan gerakan masal pengendalian hama tikus se Kab. Grobogan yang di resmikan oleh Bupati Grobogan, beserta jajaran instansi terkait dan anggota kelompok tani dan gabungan kelompok tani, di Desa Penganten Kecamatan Klambu Kabupaten Grobogan.Pertanian merupakan sektor yang sangat penting di Grobogan, karena sebagian besar masyarakat ini bekerja di sektor pertanian yaitu meliputi 61,9 % dari total angkatan kerja di sisi lain Grobogan di sebut sebagai kota pertanian yang cukup memiliki tanah yang luas yang berpotensi untuk ditanami berbagai tanaman agriculture, yang cukup startegis dan menghasilkan, sehingga di tahun 2009 produksinya mencapai 1,085% dari produksi beras nasional sehingga dalam hal ini Grobogan berhasil memperoleh penghargaan dari Presiden RI karena adanya peningkatan produksi pada 5,72Y, untuk itu perlu dipertahankan bahkan meningkat yang tersebar di 3 Kecamatan ( Klambu, Tegowanu dan Karangrayung dengan luas tanaman padi 938 Ha.
Di saat yang sama Bupati, menambahkan bahwa tikus merupakan tanggung jawab kita bersama, sehingga perlu karena kita lakukan secara rutin, terjadwal dan terkoordinir terutama di awal musim tanam seperti saat ini perlu terus dilakukan dan perlunya memanfaatkan musuh alami dari tikus yaitu : burung hantu dan ular sehingga terjadi pengendalian secara alami dan untuk tidak di buru agar ekosistem sawah tidak terganggu ungkapnya”.(Gus Murgan)
Rekor Muri Bakar Jagung terbanyak dan terpanjang berhasil dpecahkan Pemerintah Kabupaten Grobogan ( Pemkab ) bersama Gerakan Pramuka, berlokasi di jalan lingkar alun – alun Purwodadi, Sabtu ( 10/4 ). Acara ini digelar dalam kaitan Hari Jadi ke 284 Kabupaten Grobogan yang diikuti oleh kurang lebih 1.400 orang yang terdiri, instansi, pelajar, prajurit TNI, masyarakat umum dan pramuka.
Peralatan atau tungku bakar di gelar dan dijajar dari utara Kantor Pos ketimur melingkar ke jalan lingkar alun – alun hampir menyerupai tari ular – ular, hal itu jadi sangat menarik dan unik untuk dilihat.
Sambil tersenyum puas Bupati Grobogan berujar acara ini kami selenggarakan sebagai rasa terimakasih masyarakat, khususnya pada petani, karena jerih payah mereka Kabupaten Grobogan menjadi penghasil jagung nomor satu di Indonesia.
Dengan area pertanian yang terkadang jauh dari pengairan Petani Grobogan berhasil memproduksih jagung yang melebihi 700 ton / tahun jadi itu juga salah satu prestasi yang tidak bisa dikesampingkan, keuletan petani yang selalu “ Nyirami ( Ngocori ) “ tanaman jagung saat hujan tak turun” ujar Bupati Bangga.
Bupati berharap hasil jerih payah ini bisa dipertahankan oleh petani dan sukur bisa lebih ditingkatkan, jenis jagung yang ada di Grobogan kualitasnya cukup bagus dan dari segi kualitas mampu mengungguli dengan daerah lain, penghasil jagung seperti Propinsi Gorontalo Sulawesi.
Harapan selain produksi ditingkatkan, juga tetap mampu meningkatkan mutu kualitas jagung sehingga harga tawar hasil produksinya baik” imbuhnya.
Sri Widiyanti selaku manajer Muri mewakili Jaya Suprana mengatakan kali ini Pemkab Grobogan berhasil meraih Rekor Muri dalam menggelar Bakar Jagung dengan jumlah 3,276 ton adapun tungku dipakai pembakaran sepanjang 1,2 km dan dihadiri hampir 3 ribu pengunjung.
Hasil itu mengungguli rekor sebelumnya, mahasiswa budidaya pertanian dari Universitas Brawijaya Malang, yang mampu membakar 2,5 ton dan panjang tungku 530 meter.
Kecuali pecahkan rekor terbanyak, juga terpanjang bisa terpecahkan oleh Pemkab dan Gerakan Pramuka.
Rekor Muri yang tercatat kali ini masuk dalam urutan ke 4.226 adapun kriteria penilaian pertama : unik dan langka ( PPUL ) Paling, Pertama dan jika nantinya ada yang melebihi dari jumlah yang telah dilakukan Pemkab kali ini, otomatis gugur, tetapi segala torehan prestasi yang berhasil diaraih tetap tercatat di sejarah Rekor Muri ( Gus Murgan ).
Grobogan Metro Realita
Dalam Upacara Hari Jadi Kabupaten Grobogan, yang ke- 284, Bupati Grobogan H. Bambang Pudjiono, SH mengajak jajarannya Muspida, Ketua Pengadilan Negeri Purwodadi Sekda, Kepala BUMN/BUMD, Camat Se Kabupaten untuk berfikir kritis, kreatif, inovatif dan transformatif agar semua tugas dan tanggung jawab dapat kita laksanakan dengan baik : dengan berupaya menegakkan kejujuran, keterbukaan, kebersamaan. Di harapkan ada peningkatan kinerja dengan baik.Menurut Bupati hal ini sesuai dengan peringatan hari jadi Kabupaten Grobogan. Dengan semangat hari jadi ke- 284, kita tingkatkan pelayanan publik untuk kesejahteraan masyarakat dengan peningkatan kinerja dengan penuh dedikasi, disiplin, jujur, optimis dan bertanggung jawab. Memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat.
Dalam Upacara tersebut Bupati mengajak semua jajarannya, dalam Peringatan Hari Jadi ke- 284, dapat di manfaatkan untuk melakukan introspeksi terhadap pelaksanaan program dan kegiatan yang yang dilaksanakan. Apakah sudah memenuhi harapan masyarakat di seluruh daerah.Saat sambutan Bupati menyampaikan terimakasih pada jajarannya atas jasa dan pengabdian mendukung untuk kemajuan serta kesejahteran masyarakat dengan di terimanya penghargaan-penghargaan di tahun 2009, dapat kembali di kembangkan dan tingkatkan prestasi-prestasi di bidang lain.Hari Jadi Kabupaten Grobogan, ini bersama dengan hari Ulang Tahunnya Satpol PP yang ke-60 diharapkan Satuan Polisi pamong praja di bentuk untuk membantu Kepala Daerah dalam penegakkan dan penyelenggaraan ketertiban umum serta ketentraman masyarakat.Bupati menghimbau, Satpol PP untuk dapat meningkatkan kesiagaan dalam penyelenggaraan pemerintah di daerah khususnya menjaga keamanan, Pilkada tahun 2011. (gus murgan)
Tepat di sebelah barat Warnet Yellow Jl Siswa Purwodadi seorang warga Jl Hayam Wuruk Banaran Sudirman (38) menuturkan, banjir terjadi karena saluran drainase tak lagi mampu menampung guyuran air hujan. Terlebih karena saluran air yang dibangun dengan ruas jalan lebih tinggi gotnya ,apalagi disitu nampak saluran air banyak berdiri toko toko kecil contohnya di Pujapura (Rel Bengkong )jantungkota purwodadi populasi warga yang berdiri di tanah PT KAI (PJKA) yang dibangun setiap tahunnya bertambah.populasinya bertambah Yang diperparah juga dengan alih fungsi saluran air untuk resapan menjadi bangunan- bangunan pemukiman baru."Kami berharap pemerintah daerah sekali waktu melakukan peninjauan di lokasi-lokasi langganan banjir, dan menindaklanjutinya dengan perbaikan tata ruang kota," ujarnya.Lebih Unik lagi Bangunan yang berdiri sebagai tempat Prostitusi yang dinamakan Istana Kuda (Koplak Jaran yang dulunya adalah setasiun Kereta Api) tidak ada pembuangan air yang layak hingga bau busuk selalu menyengat sampai ke jalan raya,nampak di dalam koplak tersebut bahwa air mandi pun terbuang sampai meleber dari rumah kerumah,”Nampak Jorok Fenomena yang terjadi dilapangan ,bahwa saat musim hujan bangunan bangunan yang berdiri di Koplak Jaran tersebut tidak ada pembuangan air sama sekali,padahal setiap hari ratusan pengunjung dari dalam maupun luar kota singgah di tempat ini.Ungkapan senada disampaikan Sugiyono, warga Jetis Soponyono bahwa Koplak Jaran tempat prostitusi antara Pemukiman dan tempat para pedagang pasar pajar bersatu hanya terpisah beberapa meter belakang kawasan itu pun menjadi langganan banjir.Hal ini disebabkan karena penumpukan sampah limbah pasar yang menutup saluran drainase.Karenanya, warga mengharap pemerintah daerah segera menyelesaikan pembangunan Pasar Bintoro sehingga tidak menyusahkan warga sekitar. Di samping pula, karena banjir langganan tersebut berpotensi munculnya bibit penyakit.(Gus Murgan)
Belum setahun warga Desa Panunggalan Kecamatan Pulokulon berbahagia karena jalan akses ke daerah mereka diperbaiki. Tidak tanggung-tanggung pebaikan menggunakan bahan beton atai istilah kerennya dirigid pavement sehingga jalan yang tadinya demikian parah sekarang cukup bisa dilalui dengan nyaman.Tetapi dibalik kebahagiaan dan kenyamanan tersebut tetap saja menyisakan banyak pertanyaan-pertanyaan yang mengganjal. Bagaimana mungkin pekerjaan rigid pavement yang semestinya berumur konstruksi lama tersebut sudah rusak cukup parah di sana-sini? Padahal masa pemeliharaan 6 bulan baru berakhir beberapa bulan ? Ada apa ? geranagan ? Jalan yang menghubungkan Danyang sampai Banjarsari (kira-kira 15 km) melewati Kandangan-Nambuhan-Getak-Getaksari-Pulokulon-Panunggalan tersebut terlihat cukup parah rusak permukaannya terutama di daerah Panunggalan. Pemukaan beton rigid yang semestinya rata terlihat tergerus dan rusak permukaannya dibanyak tempat. Bahkan dibeberapa titik, tulangan beton konstruksi jalan sampai terlihat menyembul keluar.
Jalan rigid yang semestinya finishingnya rata-mulus dengan grooving line (garis-garis halus alur jalan) yang sistematik, terlihat permukaannya mengelupas di sana-sini. . Permukaan yang tidak rata terlihat sangat jelas bukan dikarenakan daya dukung tanah yang kurang (tanah jelek) karena indikasi tanah jelek adalah secara alignment vertical jalan pasti bergelombang. Dalam kasus ini jalan secara umum memang tetap utuh lurus, tetapi permukaannya saja yang bergeronjal. Dari sumber yang ditemui Wartawan,Metro Realita diketahui bahwa proyek perbaikan tersebut masih baru. Rata-rata segmen pekerjaan diselesaikan pertengahan atau akhir Desember tahun 2008 yang lalu (belum setahun). Tetapi permukaan jalan beton tersebut sudah banyak yang mengelupas.
Pekerjaan HANYA DENGAN MOLEN MANUAL BIASA
Juga diketahui bahwa pelaksanaan pekerjaan perkerasan beton tersebut hanya menggunakan molen manual biasa, tidak seperti biasanya menggunakan beton campuran mesin ready mix. Alasannya cukup masuk akal, jarak lokasi yang sangat jauh dari batching plant ready mix terdekat membuat akan sangat tidak praktis dan efesien jika menggunakan bahan beton darinya.
Tetapi alasan yang masuk akal tersebut secara gambling juga menguak penyebab mengapa permukaan jalan tersebut sudah rusak cukup parah walaupun belum setahun umurnya. Beton untuk perkerasan jalan mensyaratkan pengguna beton mutu tinggi dimana minimal K225 (dalam kasus lalu lintas berat disyaratkan sampai K300an keatas). Beton mutu tinggi ini dengan gampang bisa dihasilkan readymix sebab pelaksanaan pencampuran adonan beton (job mix) bisa diatur ketat dari sejak pabrik batching plant sampai proses pengangkutannya dengan truk mixer. Semua dilakukan secara mekanis mesin sehingga hasil mutu yang seragam lebih bisa dipertanggungjawabkan.
Dengan manual molen, beton mutu K225 mjuga sebenarnya masih bisa dibuat. Tetapi persyaratan pelaksanaan dan pengawasannya harus sangat-sangat ketat. Penakaran agregat bahan beton harus ditakar ketat sampai setiap saat, nilai slump adonannya harus dikontrol setiap saat dan sampai pengecorannya juga harus dikontrol setiap saat !Disinilah letak titik kritisnya; penakaran baik, kontrol adukan juga baik tetapi pelaksanaan pengecoran kurang terawasi akan mengakibatkan mutu beton tidak maksimal terjadi. Jarak langsir antara molen dengan lokasi pengecoran terlalu jauh sangat mungkin menyebabkan adonan yang tadi tercampur baik di molen kembali buyar pada saaat pengangkutan atau langsir tersebut (terjadi segregasi agregat). Apalagi jika pemadatan di tempat pengecoran hanya manual tanpa alat khusus seperti mesin vibrator, air semen tidak terbagi merata di semua permukaan agregat bahan beton tetapi hanya menumpuk di satu sisi sehingga beton akan rawan keropos terutama di permukaan (dan ini terbukti).Dapak Serius Hasil pekerjaan dengan mutu finishing permukaan jalan sejelek itu pertama jelas sangat mengganggu kenyamanan pemakai jalan. Bahkan bagi pemakai kendaraan bermotor roda dua, keadaan ini menjurus membahayakan, terutama di malam hari karena sangat mengganggu keseimbangan mengemudi pengendara.(Bagus Murgan)
Pemkab Grobogan dalam waktu dekat bakal mengeluarkan rapelan tunjangan fungsional bagi guru pegawai negeri sipil (PNS) nonsertifikasi dan nonjabatan di wilayahnya. Total dana yang disediakan sekitar Rp 17,5 miliar.Dana tersebut merupakan rapelan dari Januari 2009 hingga Desember 2009. Setiap bulannya guru yang belum mendapatkan tunjangan sertifikasi digantikan dengan tunjangan fungsional Rp 250.000 per bulan setiap orangnya.Jumlah guru yang bakal mendapatkan tunjangan ini diperkirakan ribuan orang, baik guru tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA/sederajat.Namun hingga kini Dinas Pendidikan (Disdik) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) masih menghitung jumlah guru tersebut.Sementara hingga saat ini jumlah guru negeri maupun swasta di Grobogan yang sudah lulus sertifikasi adalah 2.455 orang. Meliputi guru TK, SD, SMP, SMA/K, maupun pengawas.”Pemberlakuan sertifikasi kepada guru berdasarkan kuota yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui Dinas Pendidikan provinsi setiap tahunnya,” kata Kepala Disdik Kabupaten Grobogan, Sugiyanto SH MM kepada Wawasan, kemarin.Sugiyanto yang didampingi Sekretaris Disdik, Drs I Wayan menambahkan, jumlah guru bersertifikasi tersebut terhitung sejak 2007 sampai 2009. Terakhir (tahun 2009) guru yang lulus sertifikasi 736 orang.
Pada 2010 ini kuota sertifikasi guru di Grobogan mencapai 797 orang. Meliputi guru TK 64 orang, 523 guru SD/sederajat, satu guru SLB, 123 guru SMP/sederajat, dan sisanya guru SMA/kejuruan.Ia membenarkan, sesuai program pemerintah pusat, program sertifikasi diberikan dalam rangka meningkatkan kompentensi dan profesionalisme guru sebagai tenaga pendidik.Di sisi lain, pemerintah juga ingin meningkatkan kesejahteraan guru sesuai dengan amanat UU 14/2005 tentang Guru dan Dosen.Kepala Dinas Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Grobogan, Pangkat Joko Widodo SH mengatakan, dalam waktu dekat ini, guru PNS daerah nonsertifikasi dan nonstruktural di Grobogan akan menerima dana tambahan penghasilan setiap bulannya Rp 250.000. Seluruh dana tunjangan fungsional bagi guru nonsertifikasi sudah ditransfer dari kas negara ke kas daerah.Ketentuannya, maksimal dua bulan sejak diterima daerah, dana tersebut sudah harus diberikan kepada yang berhak menerima. Jika melebihi dari hitungan tersebut dananya akan kembali ke rekening kas negara.”Diharapkan dalam proses pencairannya dapat berjalan dengan lancar, tertib dan langsung bisa diterima oleh yang berhak,” ujar Pangkat Joko Widodo.
GROBOGAN metro realita
Digulirkannya bantuan dari pemerintah pusat yang tertuang didalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Tahun 2009 tentang Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk peningkatan disektor pertanian yang dialokasikan senilai Rp. 4 triliyun yang tersebar di seluruh Indonesia. Alokasi dana tersebut guna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani khususnya petani, kedelai, jagung, padi dan tanaman pangan lainnya,. Sehingga pemerintah merespon dalam hal ini adanya program pemerintah di APBN Tahun 2009 yang akan berakhir di awal Januari 2010, yaitu Program Peningkatan Benih Nasional (PPBN) dengan relokasi ploting yaitu cadangan Benih Nasional (PBN) dan Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU). Adapun pada dasarnya relokasi cadangan benih nasional dan untuk (BLBU). Bantuan tersebut berupa benih padi hibrida meskipun demikian, program LBN dan BLBU pemerintah pusat targetkan di awal Januari 2010 haruslah selesai.
Menurut Kadinas Pertanian dan Hortikultura Ir. Moh. Sumarsono bahwa “Program CBN dan BLBU untuk Kabupaten Grobogan, di tahun 2009 berupa benih jenis unggul yaitu masing-masing jumlahnya. Padi hibrida 10,5 ton, padi gogo 58,5 ton, jagung 120 ton dan kedelai 266 ton,bibit unggul yang tersebar dan terdistribusikan ke masyarakat petani seluruh Kab. Grobogan yang masing-masing diterimakan ke kelompok tani, dan dibagikan secara gratis, bilamana ada salah satu kelompok tani yang memungut bantuan dari pemerintah tersebut akan diberi sanksi peneguran”, katanya.
Varietas“Adapun kwalitas dari cadangan benih nasional (LBN) dengan BLBU, padi, jagung, kedelai merupakan bibit yang berkualitas dan teruji oleh Balai Sertifikasi Benih (BPSB) dengan produksi dari PT. Sang Hyang Sri (SHS) dengan berlabel varietas Grobogan, dan mengenai pelaksanaannya sendiri untuk LBN dan BLBU untuk dapat selesai di akhir Desember 2009 di awal Januari 2010.(gus murgan)
Sebagai daerah terluas kedua di Jawa Tengah, Grobogan masih mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat dalam bentuk program pengentasan kemiskinan. Buktinya pada 2010, Grobogan digelontor bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri senilai Rp 47 miliar.Bupati Grobogan Bambang Pudjiono SH menjelaskan, bantuan ini digunakan untuk mengentaskan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.Bantuan akan disalurkan kepada 263 desa/kelurahan yang tersebar di 18 kecamatan di Grobogan.”Dengan bantuan ini diharapkan kemiskinan dapat terkurangi dan pembangunan di pedesaan semakin bisa diwujudkan,” kata bupati, kemarin.Bupati membenarkan, sejauh ini (sesuai data Badan Pusat Statistik-BPS-red), kemiskinan masih dialami sekitar 40% dari 1,34 juta jiwa jumlah penduduk di Grobogan. Baik itu, dalam memenuhi kebutuhan pendidikan, pangan, maupun kesehatan bagi masyarakat luas.Dana itu nantinya akan digunakan untuk pembangunan sarana fisik maupun nonfisik. Di antaranya pembangunan infrastruktur jalan, bantuan kegiatan pendidikan, kesehatan, maupun untuk simpan pinjam (dana bergulir-red).Bupati mengakui, manfaat dari bantuan PNPM Mandiri 2009 sudah dapat dirasakan oleh masyarakat Grobogan. Contohnya proyek tersebut dapat menyelesaikan paket perbaikan jalan desa sepanjang 22.710 meter, peningkatan jalan sepanjang 52.954 meter, dan pembuatan jalan sepanjang 2.561 meter.
Perjuangan yang dilakukan seorang guru SD Negeri 3 Mrisi Abdul Rokhim ,SPd SD (43) benar benar membuahkan hasil demi untuk mengungkap kebenaran ,keadilan dan menjunjung tinggi citra pendidikan Kabupaten Grobogan benar benar sudah terkabul ,Dengan usaha keras ditengah terik matahari berusaha datang ke kantor redaksi Metro Realita Jl Hayam Wuruk Bnaran III Purwodadi dengan menghubungi lewat ponsel 08157789906
Mas Murgan tolong kami disini kami sudah dibuat rasa yang tak adil oleh pimpinan kami dan kami tinggalkan berkas tentang adanya tulisan dan berkas berkas pelanggaran yang telah dilakukan oleh kepala UPTD Dikdas Kecamatan Tanggungharjo,Sementara siang itu Murgan langsung ke Purwodadi untuk mengambil dua lembar data tersebut yang berisi adanya pelanggaran yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Dinas Pendidikan tingkat Dasar Kecamatatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan tentang Proses Perekrutan calon Kepala Sekolah SD di UPTD Pendidikan Kecamatan Tanggungharjo tidak mengacu pada Perda Bupati Grobogan No 54 Tahun 2007 Bab 5 Pasal VI ,Memotong gaji Ke 13 Guru SD Se Kecamatan Tanggungharjo setiap guru dipotong Rp 20.000,00 (dua puluh ribu rupiah) ,Meminta uang kepada SD Negeri 1 Mrisi ,SD N 3 Mrisi dan SD N 2 Ngambakrejo sebanyak a Rp 2.000.000.00 (Dua Juta Rupiah )yang akan mendapat bantuab DAK untuk rehab gedung SD.Dari ketiga kejadian inilah yang membuat para guru se Kecatan Tanggungharjo merasa Geram atas kejadian ini ,sehingga melalui Abdul Rokhim ,SPd SD Perkara ini juga di adukan Kepada Bupati Grobogan H Bambang Pudjiono ,SH dan komisi D di DPRD Kabupaten Grobogan pada (9/7) tahun 2009
Kepada Metro Realita Abdul Rokhim ,SPd mengatakan bahwa saat dalam penjaringan calon Kepala SD (25/5) 2009 sayadi supervise tim Kecamatan (2 Pengawas TK/SD mendapat nilai Predikat Baik ,setelah diajukan kemudian ditolak oleh Kepaa UPTD Kecamatan Tanggungharjo ,justru memunculkan guru GPOK yang didapat dari hasil tunjukan Kepala UPTD padahal guru tersebut hanya mengajar hanya 9 jam,Kejadian lainya juga menimpa Eko Hernowo,SPd ,beserta Istikomah S.Pd SD setelah diajukan untuk di jagokan namun ditolak oleh Kepala UPTD Tanggungharjo tanpa alasan yang tepat .tegas Abdul Rokhim S.Pd.
Kenyataan ini menimbulkan permasalahan di Kecamatan Tanggungharjo bahkan untuk calon kepala sekolah yang dirasa sudah mumpuni pinter dan vocal justru posisinya tersudutkan.Pendidikan tidak diarahkan untuk memanusiaan manusia secara utuh, lahir dan batin, tetapi lebih diorientasikan pada hal-hal yang bercorak materialistis, ekonomis, dan teknokratis; kering dari sentuhan nilai moral, kemanusiaan, dan kemuliaan budi. Padhal dalam membangun citra pendidikan di Kabupaten Grobogan perlu adanya tenaga trampil handal dan ulet bahkan dalam pendidikan lebih mengutamakan kecerdasan intelektual, akal, dan penalaran, tanpa diimbangi dengan intensifnya pengembangan kecerdasan hati nurani, emosi, dan spiritual. Imbasnya,dengan perilaku tersebut memotong gaji 13 dengan menggunakan jabatan sebagai kepala UPTD maka apresiasi keluaran pendidikan akan berdampak terhadap keagungan nilai humanistik, keluhuran dan kemuliaan budi jadi nihil. Mereka jadi kehilangan kepekaan nurani, cenderung bar-bar anarkhis, besar kepala, dan mau menang sendiri.
Dunia Pendidikan Kabupaten Grobogan kembali tercoreng akibat ulah oknum pendidik yang kurang bertanggung jawab tentang resiko apa yang telah di perbuat .Hingga makna pendidikan yang hakiki adalah upaya untuk memberikan ruang kesadaran kepada siswa didik untuk mengembangkan jatidirinya melalui proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan sudah terabaikan. Namun, seorang Pimpinan harus sanggup melahirkan generasi yang utuh jatidirinya. Mereka memang cerdas, tetapi telah kehilangan sikap jujur dan rendah hati. Mereka memang terampil, tetapi nihil apresiasinya terhadap sikap tenggang rasa, santun, dan kesalehan hidup hingga menghalalkan segala cara dengan memotong gaji ke 13 guru Kecamatan Tanggungharjo secara semena mena.
Upaya dan Tindakan Abdul Rochim membuahkan Hasil
Sementara Dra Siti Khunaenah UPTD Pendidikan Dasar Kecamatan Tanggungharjo Dipanggil Komisi DPRD Grobogan untuk diklarifikasi soal pemotongan gaji ke 13 para guru SD,namun dengan disaksikan oleh puluhan wartawan Siti Khunaenah hanya dapat menangis menyesali perbuatanya.Ibarat Nasi sudah menjadi bubur perilaku aksi reaksi tanpa memikir dampak dari perbuatanya maka kasus ini justru lebih memanjang.Hingga di hadapan anggota komisi D oleh Ketua Komisi D di gedung DPRD Kabupaten Grobogan Misbach SAg MSi, bersama Wakil Ketua DPRD Drs Supomo, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Grobogan Drs H Bambang Rusminto dan anggota Komisi D yang hadir dalam rapat di Komisi D, Rabu (15/7),Kepala SDN 1 Mrisi, Elviati, Kepala SDN 2 Ngambakrejo, Siswanto dan Kepala SDN 3 Mrisi, Siarto dalam sidang bedah pendapat terkait pemotongan gaji 13.
Ketika giliran Ketua Komisi D meminta agar Siti Khunaenah menjelaskan soal pemotongan gaji ke 13 dan tarikan uang sertifikasi guru senilai Rp 400.000 per guru, Kepala UPTD tersebut langsung menangis.”Demi Allah Pak, saya tidak pernah memerintahkan anak buah saya untuk memotong gaji ke 13,” tegas Siti Khunaenah. Namun ketika dicecar pertanyaan, Siti Khunaenah mengelak uang tersebut merupakan sumbangan namun akhirnya mengakui adanya pemotongan gaji ke-13 para guru SD tersebut.menurut siti pemotongan tersebut adalah kesepakatan para kepala sekolah,A Rp 20.000, uang yang terkumpul Rp 2,3 juta digunakan untuk memberi tiga tenaga wiyata bakti, membeli kipas angin dan untuk keperluan pengambilan gaji ke-13 senilai Rp 500.000,” kata Siti Khunaenah.Dalam rapat tersebut Ketua Komisi D sempat berang dengan sikap Kepala SDN 3 Mrisi, Siarto yang mengelak soal surat pernyataannya tentang pemotongan gaji ke- 13. Namun setelah ditunjukan akhirnya mengaku dia terjepit sehingga terpaksa menandatanganinya.
Kepala Dinas P & K Kabupaten Grobogan Drs H Bambang Rusminto Seharusnya gaji 13 diterima utuh tidak perlu adanya potongan potongan lain apalagi untuk membeli kipas dll kami tegaskan bahwa bila ada guru ,kepala sekolah masih ada yang merasa dipotong bisa diminta kembali atau Kepala UPTD Siti Khunaenah harus segera mengembalikan hak hak guru atau kepala sekolah untuk sangsi yang lain nanti bisa kita ikuti perkembanganya” tegas Bambang Rusminto (Gus Murgan)
Nama Soewarno (67) bagi warga Kabupaten Grobogan tidak asing lagi. Sebab selain dia dikenal sebagai mantan anggota DPRD dua periode, juga tokoh koperasi yang cukup perpengalaman. Berkiprah dalam dunia koperasi cukup lama, sehingga banyak mengetahui berbagai jenis perkembangan koperasi di Kabupaten Grobogan. Sebagai mantan anggota dewan, kini Soewarno, menjabat sebagai Ketua Dekopinda (Dewan Koperasi Indonesia Daerah) Kabupaten Grobogan. Menurut pengalamatannya, kini banyak koperasi disalahagunakan. Berkedok koperasi untuk menipu para anggotanya.
Ditemui di sela-sela kesibukanya, Senin (13/7) di Kantor Dekopinda, Soewarno Kepada Metro Realita menjelaskan bahwa, perkembangan Koperasi daerah Grobogan cukup menggembirakan, sekaligus prehatin. Gembira karena pekembangan berbagai koperasi daerah ini cukup pesat. Tercatat, kini tidak kurang berdiri 300 jenis koperasi yang telah berbadan hukum.
Perkembangan koperasi yang cukup pesat tersebut, karena sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2002 tentang Koperasi, untuk mendirikan koperasi syaratnya cukup mudah. Dengan hanya pemmbetukan pengurus koperasi dan mempunyai modal minimal Rp 25 Juta, seseorang dapat mendirikan koperasi berbadan hukum. Makanya perkembangan koperasi di Kabupaten Grobogan jumlahnya sukup banyak, yaitu tadi sekitar 300 buah.
Dari jumlah itu, sebagian besar bergerak dalam bidang simpan pinjam. Namun di balik perkembangan koperasi tersebut, kini sebagian besar keadaannya cukup memprehatinkan. Karena wadah koperasi itu banyak disalah gunakan oleh pengurusnya. Berkedok koperasi yang berasaskan dari anggota untuk kesejahteraan anggota.
Pada kenyataannya tidak demikian. Banyak koperasi dengan mudah mengumpulkan dana dari masyarakat untuk simpan pinjam dengan, bunga yang cukup memberatkan anggota. Selain itu, sekarang terjadi perkebangan baru, bahwa sebenarnya koperasi tidak diperbolehkan menerima dana deposito berjangka. Yang diperbolehkan menerima deposito hanya bank-bank besar yang mempunyai modal besar.
Tapi dilapangan tidak sedikit koperasi juga menerima dana deposito berjangka dengan bunga tinggi. Masyarakat sangat tertarik dengan penawaran itu. Mereka berbondong-bondong menyetorkan uang untuk di simpan di salah satu koperasi. Dengan harapan pada waktu tertentu mereka mendapatkan bunga, seperti yang diingkan.
Setelah jatuh timpo, deposito yang diharapkan tersebut sulit untuk di cairkan. Dengan berbagai alasan, pengurus koperasi yang bersangkutan,mengatakan belum ada dana. Akhirnya para nasabah kecewa, karena tidak dapat marik modal deposito, dan tidak mendapatkan bunga deposito, seperti yang diharapkan tersebut. Kalau sudah terjadi kasus seperti itu, siapa yang harus bertanggung jawab?.
Kasus seperti itu, sulit untuk ditangani, dan selalu lolos dari jeratan aparat penegak hukum. Yang rugi masyarakat. Untuk menghindari kerugian, masyarakat hendaknya hati-hati jika inginkan mendepositokan uang. Jangan mudah tergiur bunga deposito tinggi. Pada akhirnya uang tersebut, sukar untuk di tarik kembali. Lebih baik, memasukkan uang deposito dengan bunga wajar-wajar saja, tapi aman.
Kalai dikaji UU Nomor 25 Tahun 2002 tersebut, peraturan itu sudah tidak dapat mengikuti perkembangan saat ini dan UU itu harus di amandemen. Masalahnya hanya dengan modal minimal Rp 25 Juta seserang dapat mendirikan koperasi. Dengan kemudahan mendirikan koperasi, dalam perkembangaannya banyak disalahgunakan. Banyak masyarakat dirugikan dan menjadi korban akibat ulah para pengurus koperasi, mendahulukan kepentingan kelompok maupun kepentingan pribadi. Itu sangat bertentangan dengan asas koperasi, yang mengutamakan kesejahteraan para anggotanya.
“Untuk menghindari berlarutnya penipuan berkedok koperasi, maka undang-undang tentang Koperasi tersebut, harus segera di amandemen, “kata Soewarno, mengakhiri bincang-bincang bersama Gema Bersemi. (Gus Murgan)
Grobogan Realita
Tepat di Balai Desa Lemah Putih (17/12) tahun 2009 berlangsung acara tes ujian perangkat desa ,Mulai pukul 08.30 WIB ketua panitia pelaksanaan ujian perangkat desa Lemahputih Setiono (36) mempersiapkan para pendaftar yang terdiri dari 13 orang,sedang yang dibutuhkan sebanyak 6 Formasi diantaranya adalah kadus sebanyak 4 Formasi dan modin 2 Formasi.Dalam penyelenggaraan Ujian di Desa Lemahputih semua petugas keamanan siap berjaga dengan pengamanan yang ketat.Bahkan Kades Desa Lemahputih didampingi oleh muspika ,petugas dari kepolisian sector Kecamatan ,Koramil dan tim independent dari LSM maupun Pers,sudah berada di lokasi ujian perangkat desa.Hingga Pukul 12.00 WIB Hasil ujian calon perangkat desa selesai sehingga yang mendapat nilai tertinggi adalah Tri Pamuji Sudarsono dengan formasi Kadus Mlakas mendapat nilai 79 ,Masmin Formasi sebagai Modin Mlakas dengan nilai 70 ,Sanyoto formasi sebagai Kadus Ngasian dengan nilai 75,Kuswadi formasi sebagai Kadus Lemah putih dengan nilai 69 ,Ismunanto formasi sebagai Kadus Kepuhrubuh mendapat nilai 72,Fendi Hartanto Modin Kepuhrubuh dengan nilai 56.
Dalam pelaksanaan ujian perangkat desa Lemahputih berjalan aman dan tidak ada indikasi kecurangan seperti kebocoran soal maupun kunci Jawaban.Ketua Panitia dalam pelaksanaan tersebut berjalan sesuai dengan aturan perundang undangan yang berlaku seperti sesuai dengan Juklak dan Juknis.bahkan mulai dari pembuatan soal sampai penandatanganan berita acara sesuai dengan ketentuan yang berlaku,terlebih tidak ada diketemukan jual beli jabatan.Nampak pada saat ujian semua peserta melakukan uji kecerdasan dengan materi materi yang disajikan seperti pemahaman Perda ,UUD serta Peraturan desa dan perbub.Kepala desa Lemah Putih kepada Metro Realita mengatakan.”bahwa dalam pelaksanan ujian kami semua komponen desa tetap menjaga kebersihan hati ,dengan cara itulah kedepan akan menjadi Desa yang tentram harmonis menuju kemasyarakatan yang adil.dan yang lebih penting lagi adalah dapat menciptakan suasana aman dan damai ,kedepan kami berkeinginan agar desa kami juga akan dapat segera ditingkatkan pembangunan pada infrastruktur jalan ,sebagai fasilitas yang dapat mewujudkan perkembangan pembangunan desa mandiri.”tegas puji kades (Gus Murgan)
Grobogan Realita
Tepat dibalai Desa Wedoro Kecamatan Penawangan Senin (21/12) Pukul 09.00 WIB tahun 2009 berlangsung acara pelantikan perangkat desa ,Oleh ketua panitia pelaksanaan ujian perangkat desa Wolo Muslim awalnya sudah mempersiapkan dalam menyambut tamu undangan dari Muspika yang terdiri dari Camat ,Satpol PP ,Kepolisian ,Independent ,TNI ,serta tokoh masyarakat yang lain.Kepala Desa Wolo dr.Aris Riyanto Nugroho didampingi oleh Sekdes Djoko Subroto Kepada Metro Realita mengatakan .”Dalam pelantikan ujian perangkat desa hari senin ini kami sudah menerima bantuan dari APBD sebesar Rp .1.500.000._sedangkan kekurangan yang lain diambil dari dana Kas Desa sebesar Rp 7.500.000,-Dari 10 pendaftar tes ujian penyaringan calon perangkat desa jumlah semua pendaftar sekitar 10 orang dan yang dibutuhkan adalah 2 Formasi yang terdiri dari Kaur Pelaksana Desa Wedoro dan Unsur Pelaksana Ulu Ulu,Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada warga khusunya Desa wedoro ,bahwa dalam acara ujian sampai pelantikan yang selalu di dampingi oleh Tim Muspika dapat berjalan lancar,khusunya bagi warga Wedoro yang kami sayangi bahwa kondisi demikian sudah menciptakan suasana aman tertib dan terkendali,juga kami mengucapkan terima kasih pada pihak ketiga yang telah melaksanakan pekerjaan dari pembuatan materi hingga berhasil dalam menjaga kualitas kepercayaan dan keamanan.Sehingga Wedoro sampai saat ini bisa menjaga situasi dalam keadaan kondusif.”Tegas Kades Wedoro dr.Aris Riyanto Nugroho
Desa Wedoro yang di kenal aman makmur dan damai inilah suatu gambaran Desa yang memiliki potensi SDM yang tinggi,hingga dapat membuat terciptanya iklim teduh dari segi semua lapisan masyarakatnya hingga dapat bersatu padu dalam menjaga keselarasan ,kesinambungan baik budaya maupun kerukunan satu dengan yang lainya.Desa Wedoro merupakan Desa yang terletak pada sebelah barat jantung kota Purwodadi yang berjarak sekitar 8 Km.Semenjak dipimpin oleh dr.Aris Riyanto Nugroho Desa Wedoro dinyatakan desa yang memiliki tanggungjawab besar,Hal ini terbukti bahwa dr Aris yang dikenal memiliki potensi besar ,dahulu menjadi Kepala Desa karena desakan dari masyarakat.
Desa Wedoro memiliki 2 Dukuh ,antara lain Dukuh Wedoro dan Dukuh Tunjung bahkan sebagian masyarakat Desa Wedoro hidup sebagai Petani yang aliran irigasi diambil dari saluran air Waduk Kedung Ombo dan sebagian masyarakat hidup bekerja sebagai TKW,jumlah penduduk hingga saat ini sudah mencapai 1,445 jiwa.Rencana kedepan Desa Wedoro tepat bulan april akan diadakan program TMMD ,TNI masuk Desa dengan membangun segala segala sesuatu yang masih kurang termasuk pada infrastruktur jalan yang belum memadai,menurut Kades Wedoro bahwa Desa Wedoro sampai saat ini belum tersentuh dengan adanya PNPM Madndiri Pedesaan Hal ini disebabkan karena Hutang desa sudah terlalu banyak ,Kemacetan tersebut disebabkan karena dari pihak pengurus.(Gus Murgan)
Senin (21/12) Pukul 09.30 WIB diadakan Pelantikan Calon Perangkat Desa yang berhasil Lulus mendapat nilai tertinggi diantaranya adalah Formasi Kaur Keuangan Erna Agus Sulistiyo ,Formasi Kaur Kesra Parjio dan Formasi Jogo Boyo yang berhasil mendapat nilai tertinggi Muhamad Khosim .Dari 10 Peserta ujian tes calon perangkat desa tersebut yang dibutuhkan adalah 3 Formasi ,Hingga Senin Muspika yang langsung dipimpin oleh Kepala Kecamatan Penawangan Djamin S Sos hadir dalam acara pelantikan yang berlokasi di Balai Desa Leyangan Kecamatan Penawangan.Kepala Desa Leyangan Agus Sulistiyo ,yang didampingi oleh Sekdes Sarju ,bersama Ketua Panitia Tes Ujian Perangkat Desa Salim saat ditemui Metro Realita .”membenarkan bahwa Pelantikan perangkat Desa sudah berjalan tertib aman dan terkendali ,meski dibantu oleh dana APBD Rp 1.500.000,-dan diambilkan dari Kas Desa sebesar Rp.10.000.000,-maka ujian pelaksanaan sampai pelantikan perangkat desa sudah dinyatakan selesai.ungkap Sekdes.
Desa Leyangan adalah desa yang subur sebagian masyarakat mengandalkan pertanian ,masyarakat setempat menghendaki agar jalan desa leyangan segera dibangun ,karena kondisi sudah 75% rusak ,beberapa ruas jalan sudah dibangun namun belum mencapai seluruhnya.Kepala Desa Leyangan banyak disuka oleh warganya selain bisa mengayomi warga Kades juga dikenal bijaksana dalam memelihara kebersamaan ,sehingga dalam pelantikan perangkat Desa tersebut dinyatakan aman tertib dan terkendali.
Kendati demikian selain desa yang subur ,sebagian masyarakat pada bulan Desember sudah mulai menanam Semangka,Desa Leyangan merupakan desa yang makmur dan potensi sebagai desa yang memiliki Kharisma alam tinggi ,hal ini dibuktikan dengan adanya pohon - pohon besar yang berada di depan Balai Desa sehingga nampak keasrianya dan dapat untuk tempat berteduh.Selain itu seluruh komponen Perangkat Desa juga penuh dengan keikhlasan ,jujur dan keterbukaan,hingga fenomena seperti ini adalah wujud dari kemasyarakatan yang adil dan memiliki solidaritas yang tinggi yang didukung oleh sekdes Sarju ,pada lahan depan rumahnya juga di ikhlaskan untuk didirikan Mushola sebagai sarana tempat beribadah warga .(Tim Investigasi Gus Murgan)
Kerusakan terjadi pada bangunan SMP Negeri 4 Geyer yang berada di Desa Suru, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, kemarin. Dua ruangan bagian atapnya jebol, dan dua ruangnya kondisinya rusak parah.Ruang yang bagian atapnya ambrol adalah ruang keterampilan dan perpustakaan sekolah. Sedangkan ruang yang rusak parah adalah kelas VIII B dan IX A.Padahal lokasi sekolah tersebut cukup terisolasi karena berada di perbatasan Kabupaten Boyolali (Kecamatan Juwangi). Sebagian besar siswa yang belajar di
Beruntung bencana ini tidak memakan korban.Sebab, kejadian ambrolnya atap terjadi ekitar dua jam setelah para siswa keluar sekolah.”Sedangkan dua ruang lain kondisi atapnya sudah disangga dengan bambu, yakni ruang VIII B dan kelas IX A. Untuk sementara VIII B menempati lab komputer dan IX A pindah ke VIII A,” ujarnya yang menjelaskan kelas VIII A juga dipindah ke ruang lab komputer.Pihak sekolah masih kebinginganan memikirkan ruang darurat untuk kegiatan belajar mengajar. Sebab jumlah siswanya cukup banyak mencapai 536 siswa.Kelas VII ada lima kelas, VIII lima kelas, dan kelas IX sebanyak 4 kelas. Rata-rata 40 anak per kelas.
Sudah dilaporkan Pihak sekolah menjelaskan, kerusakan ini sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan kabupaten. Bahkan, laporan tertulis berikut data pendukung dan gambar kejadian juga sudah dikirim.”Kami masih menunggu bantuan dari pemkab atau dinas. Sebab, kami masih kebingungan memikirkan ruang pengganti. Apalagi wilayah kami termasuk sekolah terpencil,” tutur dia.Diungkapkan, sekolahnya tidak saja menampung warga dari Desa Suru. Beberapa anak berasal dari Desa Ngleses (Kecamatan Juwangi), Desa Sobo, Desa Kalangbancar (Kecamatan Geyer), dan Desa Lajer (Kecamatan Penawangan) juga sekolah di sana.”Mengingat jarak ke SMP lain cukup jauh,” ujar Wahono.Eka Sapteya (14), siswa kelas IX berharap agar kerusakan sekolah segera mendapat perhatian. Sebab, sejauh ini proses belajar mengajar tidak nyaman karena gedungnya rusak.Bahkan, beberapa gedung lain temboknya sudah retak dan ambrol. ”Kami ingin segera ada perbaikan.Setiap belajar, mosok harus melongok ke atas takut tertimpa atap yang rapuh,” ujarnya.(Gus Murgan))
Bookmark this post: |
Grobogan Metro Realita,
Upacara serah terima jabatan (Sertijab) KAPOLRES Grobogan, AKBP Drs. Isnaen Ujiarto, Msi kepada AKBP Eko Wahyudi Krisgiono, SIK, M.Si yang dipimpn Kapolwil di ikut Kapolres se – wilayah Pati yang di hadir BUpat berserta Muspidda, Ketua DPR Ketua Pengadilan dan sasaran lainnya, di halaman Mapolres Grobogan,
Dalam acara sertijab, Kapolwi Pat, menyampakan bahwa, wilayah Polres grobogan memiliki spesifikasi tersendiri bila di banding dengan Polres – Polres lain yang ada di jajaran Polwil Pati yang diantaranya memiliki wilayah terluas ke dua. Dalam Polda Jateng setelah Polres Grobogan berada pada bagian tengah sebelah timur dari Propinsi Jateng. Jai sangat berpengaruh terhadap gangguan kain tbmas baik kriminalitas maupun lalu lintas, sehingga memerlukan strategi an kiat – kiat tersendiri dalam penanggulanngannya.
Hal ini tercermin dari perbandingan antara jumla kejadian tindak pidana dengan penyelesaian perkara yang terjadi selama tahun 2009.
Terjadi 2109 kasus terdiri dar julah tindak pidana (JTP) 340 kasus di selesaikan 33 kasus dan tinda pidana menonjol (JTMJ) 69 kasus diselesaikan 52 kasus dengan didominasi kesejahteraan yang menonjol lain currat 26 kasus.
Kapolwil juga menambah kan kepada AKBP Eko wahyud Krisgiono, SIK, M.Si mengucapkan Kapolres Grobogan mudah – mudahan dapat mempertahankan dan dikembangkan agar terwujudnya visi an mis Polri dalam memberikan pelayanan masyarakat. (Gus Murgan)
Grobogan, hasil rapat koordinasi pemerintah daerah beserta seluruh Camat seKabupaten grobogan. Bahwa syarat persiapan pengisian pencalonan pemberhentian Perangkat Desa berdasarkan Perda dan Peraturan Bupati yang sudah ditentukan.
Dalam mensikapi mengenai tahapan dan persiapan pengisian pemberhentian perangkat desa tahun 2009, pemerintah daerah beserta Camat se Kabupaten Grobogan mengadakan rapat koordinasi (7/10) dalam rapat tersebut di jelaskan bahwa dasar hukum pengisian perangkat desa. Berpedoman pada peraturan bupati No 9 tahun 2006, tentang pencalonan, pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa. Peraturan bupati No. 10 tahun 2009 tentang petunjuk pelaksanaan daerah kabupaten grobogan No. 9 tahun 2006 tentang pencalonan, pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa, surat bupati No. 141.3/2864/II tanggal 26 Juni 2009 tentang petunjuk teknis pengisian perangkat desa tahun 2009 tentang petunjuk teknis pengisian perangkat desa tahun 2009. Adapun surat bupati grobogan No. 141.3 / 4002/II tanggal Tahap 1Oktober 2009, diatur dalam beberapa tahapan :
Tahap I Permintaan berkas lamaran 6 s/d 22 Oktober 2009
II Penelitian berkas lamaran 23 s.d 26 Oktober 2009
III Perbaikan berkas lamaran 26 oktober s.d 2 Nopember 2009
IV Penetapana calon kades tanggal 4 Nopember 2009 dan 19 November 2009 bagi desa yang belum mendapatkan data calon lebih dari satu orang perpanjangan penerimaan 9 Nopember 2009.
V Pengumuman data calon kepada masyarakat tanggal 20 s.d 28 Nopember 2009.
VI Klarifikasi dari panitia dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah diterima tanggapan dari masyarakat.
- UJian Praktek dan lisan tanggal 5 Desember 2009
- Ujian tertulis, koreksi ujian dan pengumuman hasil ujian tanggal 7 Desember 2009
- Penetapan perangkat desa paling lambat tanggal 22 Desember 2009
- Pelantikan perangkat desa tanggal 7 Januari 2010 .
Untuk menunjang cepat sembuh pasien dari sakitnya, dokter jangan sampai lepas komunikasi dengan pasien. Sebab untuk lekas sembuh pasien membutuhkan pelayanan yang terbaik dari dokter termasuk komunikasi mengenai penyakit yang dideritanya.Oleh karena itu, jaga komunikasi antara pasien dan dokter harus terus tetap di bina, untuk mencapai kesembuhan tersebut.
Wakil Ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Jawa Tengah Dr. H. Joko Widiyanto,MH.Kes mengatakan hal tersebut, usai melantik Pengurus IDI Cabang Kabupaten Grobogan Periode 2008-2011 yang berlangsung di Aula RS. Permata Bunda Purwodadi,Ketua IDI Grobogan terpilih Periode 2008-2011 Dr.H Sgus Kurnia,Sp.PD yang dilantik, menggantikan, Ketua IDI lama Dr.H.Utomo.DS,Sp.OG. Hadir dalam acara itu, Wakil Bupati Grobogan H. Icek Baskoro, SH, Kepala SKPD terkait, Jajaran IDI Grobogan dan undangan.
Lebih lanjut Dr.H. Joko Widiyanto menjelaskan bahwa, ada dua hal yang harus dilakukan Ketua IDI Cabang Kabupaten Grobogan terpilih, yaitu dr. Agus Kurniawan berserta pengurus lainnya.Kedua hal itu, diantanya belajar dari pengurus lama Dr.H. Utomo.DS.Sp.OG yang tiga periode menjabat Ketua IDI Cabang Kabupaten Grobogan banyak pengalaman yang mampu menjaga keharmonisan antara pengurus dan anggota IDI yang dipimpinya, sehingga menjadi solid. Dan kedua, pelaksanaan tugas baru mendatang harus mampu melanjutkan program pengurus IDI yang lama.
Disisi lain dikatakan, banyak organisasi di
Disadari bahwa, pembangunan kesehatan merupakan upaya pembanguna multi dimensi yang harus dilakukan secara sungguh-sungguh dan berkelanjutan. Pembangunan kesehatan hanya dapat dilakukan dengan baik, bila terjadi sinergime antara pelaku pembangunan kesehatan, termasuk dokter sebagai unsure masyarakat dan swasta.Ikatan Dokter
Sementara itu, Ketua IDI terpilih Dr.H. Agus Kurnia,Sp.PD usai dilantik bersama pengurus lainnya dalam kesempatan itu menjelaskan, menyatakan kesediannya sebagai Ketua IDI Periode 2008-2011. Namun untuk memimpin anggota IDI Kabupaten Grobogan yang kini berjumlah 150 dokter bukan perkara yang mudah. Meski begitu, pihaknya bersama segenap pengurus siap melaksanakan tugas tersebut.
Dikatakan, Anggota IDI sebanyak itu terdiri dari berbagai disiplin ilmu kedokteran mempunyai karakter berbeda.
Untuk itu, dalam melaksanakan tugas sebagai Ketua IDI Periode 2008-2011, pihaknya minta kepada semua pengurus dan anggota agar bekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tanpa bantuan, pihaknya menyadari tugas yang diimbannya tak akan sukses.
“Saya berharap, untuk mengemban tugas sebagai Ketua IDI Cabang Kabupaten Grobogan cukup satu periode saja, “katanya singkat, yang di sambut tepuk tangan hadirin.Sedang Pengurus lengkap IDI Cabang Kabupaten Grobogan Masa Bhakti 2008-2011 yang dilantik masing-masing : Penasehat Dr.H. Utomo.DS, Sp.OG, Dr.H.Mulyono Sadini. Drs. H.Imam Santosa,M.Kes. Ketua DR.H.Kurnia,Sp.PD, Wakil Ketua I: Dr.H.Sidik Santosa, MM. Ketua II: Dr.H.Henny Sutrisno,MM. Sekretaris Dr.Budi Setiawan. Wakil Sekretaris: Dr.H. Mulyanto.M.Kes. Bendahara : Dr.Hj.Titik Wahyuningsih. Wakil Bendahara: Dr. Ririn Pramihapsari.Pengurus IDI tersebut dilengkapi beberapa seksi-seksi. Diantaranya Seksi Organisasi dan Pengembangan Profesi: Dr.H. Hasyim, Sps, Dr. H.Toni.SpB, Dr.Djatmiko, Dr.Ririn Adiyanti. Seksi Pengabdian: Dr. H.Tarno,Sp.Kj, Dr.Neovarseno Birahendi, Dr. Hj.Rinjani, Dr. sarifah Sertani, Dr.Oktavi.KD. Seksi Hukum: Dr. H.Aghadi,Sp.THT, Dr.H.Tohari Angkasa, Dr.H.Teloga Wismo, Dr. Retno Mratihartani. Seksi Olahrga: Dr.Markus Dwi Agus, Dr.H. Teguh Rohadi, Dr. Joko Susilo dan Dr. Mei Martuti.
Yang lain, Seksi Humas dan Kemitraan: DR.H.Muhajir,S.SpA, Dr. Eko Takaryanto, Dr. Nuril Huda, Dr. Wahyu Triharyadi, Dr. Fangiwati Bhandra. Untuk Koordinator Wilayah Kradenan: Dr. Sauful Hariyanto. Koordinator Wilayah Wirosari: Dr. Hartono. Dan Koordinator Wilayah Purwodadi Dr. Diana. (Djo/AS/Gus Murgan)
Grobogan Realiata
Persiapan Polres Grobogan dalam mengantisipasi pilkada Kabupaten Grobogan Tahun 2011, Kapolres Grobogan beserta Kasad-kasad masing-masing bidang dan melibatkan ratusan personil kemarin di halaman stadion purwodadi mengadakan simulasi penanganan demonstrasi yang sewaktu-waktu terjadi akibat adanya calon Bupati dan Wakil Bupati yang kalah sehingga tidak puas dan masa sewaktu mendatangi kantor KPUD Kabupaten Grobogan. Simulasi tersebut dipimpin oleh Andi Kasad Intelkam Polres Grobogan, menurutnya ”Simulasi ini digelar untuk persiapan tim ketertiban Polres dalam mengantisipasi. Apabila ada demonstrasi yang bertindak anarkis dengan melibatkan 500 personil di semua Kasad, Dalmas.
Adapun simulasi kronologisnya yaitu jika sewaktu-waktu demonstrasi ke KPUD atas ketidakpuasan para calon Bupati sehingga datang beserta masanya ke KPUD, yang menuntut ada indikasi kecurangan. Simulasi tersebut ada beberapa lapis diantaranya adanya tim modiator yang bertugas untuk bernegosiasi antar pendemo, ternyata gagal di sembang lapis berikutnya dari tim Dalmas, untuk menghalau dan yang terakhir disambut dengan pasukan anjing dan hura-hura ungkapnya.Dalam simulasi tersebut Kapolres Grobogan AKBP Drs. Eko Wahyudi Krigiono Sik, Msi, menghimbau pada anggota-anggotanya bahwa ”Stimulasi ini digelar semata-mata untuk meningkatkan kualitas pengamanan dan kemampuan kita ditingkat bawah dengan tujuan semakin meningkat pengamanan kita semakin baik dalam pelayanan, pengayom dan pelindung masyarakat ungkap Kapolres. (gus murgan)
Grobogan Metro Realita
Pemkab. Grobogan sejak tahun 2003-2008 telah berhasil menghijaukan lahan seluas 10.372 hektar, yang tersebar di 19 Kecamatan dan melalui Program Gerakan Nasional Rehabilitas Hutan dan Lahan (GNRHL), bahkan kegiatan di Grobogan dinilai paling berhasil di Indonesia juga terbukti telah diterimanya penghargaan dari Presiden sebagai Pemenang Juara I Tingkat Nasional tentang Kinerja Bupati dalam kegiatan (GNRHL).
Dalam kegiatan tersebut, Serentak Indonesia (APSI) tahun 2009 ini dari target 2.683,226. “Kita telah menanam 2.339,673 batang atau 87%-nya. Sedang di kegiatan Perempuan Tanam Pohon dan Pelihara sampai dengan bulan November 2009 ini telah tertanam sebanyak 63,647 batang pohon”, kata Bupati dalam sambutannya di acara Gerakan Wanita Tanam dan Pelihara Pohon serta Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional di Desa Juwoko, Kecamatan Geyer, Selasa, 01 Desember 2009.Reboisasi Bupati Grobogan, H. Bambang Pudjiono, SH. menegaskan kerusakan hutan akibat penebangan liar dan kebakaran harus segera dihentikan, karena jika hal itu dibiarkan bisa mendatangkan bencana alam, seperti tanah longsor dan kekeringan. Sumber air di daerah hilir merupakan salah satu untuk mengurangi dampak kerusakan tersebut. Perlu adanya upaya reboisasi secara besar-besaran.Menurut Bupati, hutan dan lingkungan yang telah rusak tidak dapat berfungsi lagi untuk menyerap gas-gas yang berbahaya dan pengatur tata air bagi kehidupan manusia, atau makhluk hidup lainnya. Untuk itu semua pihak diminta untuk sungguh-sungguh menghentikan penyebab kerusakan hutan tersebut dengan cara melakukan reboisasi secara besar-besaran dan serentak serta meningkatkan pengawasan ketat.“Selain demi menjaga keseimbangan alam, kita juga mengharap agar Kabupaten Grobogan tahun depan bisa meraih penghargaan kembali untuk penghijauan”, kata Bupati. Dan ditegaskan kepada warga masyarakat, untuk dapat merawat hutan dan tanaman agar bisa menjadikan hutan dan tanamannya berguna demi kepentingan masyarakat banyak.(Gus Murgan)
Grobogan Metro Realita
Pemkab. Grobogan sejak tahun 2003-2008 telah berhasil menghijaukan lahan seluas 10.372 hektar, yang tersebar di 19 Kecamatan dan melalui Program Gerakan Nasional Rehabilitas Hutan dan Lahan (GNRHL), bahkan kegiatan di Grobogan dinilai paling berhasil di Indonesia juga terbukti telah diterimanya penghargaan dari Presiden sebagai Pemenang Juara I Tingkat Nasional tentang Kinerja Bupati dalam kegiatan (GNRHL).
Dalam kegiatan tersebut, Serentak Indonesia (APSI) tahun 2009 ini dari target 2.683,226. “Kita telah menanam 2.339,673 batang atau 87%-nya. Sedang di kegiatan Perempuan Tanam Pohon dan Pelihara sampai dengan bulan November 2009 ini telah tertanam sebanyak 63,647 batang pohon”, kata Bupati dalam sambutannya di acara Gerakan Wanita Tanam dan Pelihara Pohon serta Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional di Desa Juwoko, Kecamatan Geyer, Selasa, 01 Desember 2009.Reboisasi Bupati Grobogan, H. Bambang Pudjiono, SH. menegaskan kerusakan hutan akibat penebangan liar dan kebakaran harus segera dihentikan, karena jika hal itu dibiarkan bisa mendatangkan bencana alam, seperti tanah longsor dan kekeringan. Sumber air di daerah hilir merupakan salah satu untuk mengurangi dampak kerusakan tersebut. Perlu adanya upaya reboisasi secara besar-besaran.Menurut Bupati, hutan dan lingkungan yang telah rusak tidak dapat berfungsi lagi untuk menyerap gas-gas yang berbahaya dan pengatur tata air bagi kehidupan manusia, atau makhluk hidup lainnya. Untuk itu semua pihak diminta untuk sungguh-sungguh menghentikan penyebab kerusakan hutan tersebut dengan cara melakukan reboisasi secara besar-besaran dan serentak serta meningkatkan pengawasan ketat.“Selain demi menjaga keseimbangan alam, kita juga mengharap agar Kabupaten Grobogan tahun depan bisa meraih penghargaan kembali untuk penghijauan”, kata Bupati. Dan ditegaskan kepada warga masyarakat, untuk dapat merawat hutan dan tanaman agar bisa menjadikan hutan dan tanamannya berguna demi kepentingan masyarakat banyak.(Gus Murgan)
1. Adipati Martopuro atau Adipati Puger : 1726
2. RT. Suryonagoro Suwandi atau RT. Yudonagoro
3. RT. Kartodirjo : 1761 – 1768, pindahan dari
4. RT. Yudonagoro : 1768 – 1775, kemudian
5. R. Ng. Sorokarti atau RT. Abinoro
6. RT. Yudokerti atau Abinarong II : 1787 – 1795
7. RM. T. Sutoyuda : 1795 - 1801
8. RT. Kartoyudo : 1801 – 1815
9. RT. Sosronagoro I : 1815 – 1840
10. RT. Sosronagoro II : 1840 – 1864
B. Setelah Ibukota Kabupaten di Kota Purwodadi
11. RT. Adipati Martonagoro : 1864 – 1875
12. RM. Adipati Ario Yudonagoro : 1875 – 1908
13. RM. Adipati Ario Haryokusumo : 1902 – 1908
14. Pangeran Ario Sunarto : 1908 – 1933, Pencipta Trilogi Pedesaan yaitu:
di desa-desa harus ada Sekolah Dasar, Balai Desa, dan Lumbung Desa
15. R. Adipati Ario Sukarman Martohadinegoro : 1933 – 1944
16. R. Sugeng : 1944 – 1946
17. R. Kaseno : 1946 – 1948, Bupati merangkap Ketua KNI
18. M. Prawoto Sudibyo : 1948 – 1949
19. R. Subroto : 1949 – 1950
20. R. Sadono : 1950 – 1954
21. Haji Andi Patopoi : 1954 – 1957, Bupati Kepala Daerah
22. H. Abdul Hamid sebagai Pejabat Bupati dan Ruslan sebagai Kepala Daerah, memerintah 1957 – 1958
23. R. Upoyo Prawirodilogo : Bupati Kepala Daerah merangkap Ketua DPRDGR : 1958 – 1964
24. Supangat : Bupati Kepala Daerah merangkap Ketua DPRGR : 1964 – 1967
25. R. Marjaban, Pejabat Bupati Kepala Daerah : 1967 – 1970
26. R. Umar Khasan, Pejabat Bupati Kepala Daerah : 1970 – 1977
27. Kolonel Inf. H. Soegiri, Bupati Kepala Daerah : 11 Juli 1977 s.d 11 Maret 1986
28. Kolonel H. Mulyono US : Bupati Kepala Daerah : 11 Maret 1986 s.d 11 Maret 1996
29. Kolonel Inf. Toermudi Soewito, Bupati Kepala Daerah : 11 Maret 1996 s.d 11 Maret 2001
30. Agus Supriyanto SE, Bupati Grobogan : 11 Maret 2001 – 2006
31. Bambang Pudjiono, Bupati Grobogan : 2006 s.d sekarang
Anggota Lembaga Swadaya Masyarakat LSM Info-Kom H.Moch Irfan S.Pd berharap komite sekolah memperketat pengawasan dana bantuan operasional sekolah (BOS).“Sejumlah pihak, baik komite sekolah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), maupun warga masyarakat harus memperketat pengawasan BOS agar tidak terjadi penyelewengan,” kata Irfan Sabtu (20/3).Ia mengatakan, semua pihak yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan pendidikan di daerah ini hendaknya berpartisipasi dalam pengawasan penyaluran dana BOS.Penyaluran dana BOS akan tepat sasaran apabila sebelumnya dilakukan musyawarah untuk membahas mengenai rencana kebutuhan sekolah.“Dengan adanya pengawasan yang tepat dan menyeluruh, maka penyaluran dana bantuan itu akan sesuai dengan peruntukkannya dan tepat sasaran,” imbuh dia. Menuru Irfan, detail penyaluran dan penggunaan dana BOS harus diketahui.
Rencana belanja sekolah hendaknya diumumkan dalam laporan pada pertemuan antara pihak sekolah dengan orangtua siswa dan komite sekolah."Pada pertemuan yang dihadiri para komite sekolah ataupun orangtua wali, realisasi penyaluran dana BOS tahun sebelumnya harus dievaluasi dan rencana penyaluran dana tahun ini harus disosialisasikan," katanya. Menurut dia, pihak sekolah harus terbuka menerima kritik dan saran, serta tidak menutup diri dengan alasan pihak sekolah lebih mengetahui segala urusan pendidikan ketimbang orangtua siswa atau komite sekolah.“Kuatnya otoritas sekolah harus diimbangi dengan kontrol dari masyarakat terutama komite sekolah agar tidak terjadi penyelewengan,” ujarnya. Ia mengungkapkan, pihak sekolah tidak bisa menerima kritik, dapat dipastikan ada sesuatu yang ditutup-tutupi. Pihak sekolah jangan anti kritik, karena kritik bertujuan untuk memperbaiki yang kurang baik. Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan H.Sugiyanto,SH,MM mendukung baik langkah pengetatan pengawasan terhadap penyaluran bantuan operasional sekolah. “Kami juga mengimbau kepada setiap sekolah untuk berperan aktif dan bekerja sama dengan setiap langkah pengawasan yang dilakukan oleh LSM maupun komite sekolah,” ungkapnya. Ia menjelaskan, transparansi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Grobogan, serta menyalurkan dana bantuan agar tepat sasaran.(Gus)
Pemerintah mendorong para guru lebih banyak menulis untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan profesional mereka.“Sejak golongan III B harus mulai menulis.Kalau dari muda sudah bisa, tuanya pasti jadi biasa,” kata H.Sugiyanto,SH.MM Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan Kepada Metro Realita (4/4).Sementara itu, Muhamad Kayat,SE Anggota Lembaga Info-Kom Kab.Grobogan dalam acara konferensi Pers di Jl.Hayam Wuruk Banaran 3 Purwodadi itu mengatakan kemampuan menulis guru tidak hanya penting untuk meningkatkan kapasitas profesional mereka tapi juga bisa mempengaruhi masyarakat maka dengan menulis, para guru bisa membagi ilmu dan informasi yang mereka miliki dengan masyarakat sehingga masyarakat lebih memahami seluk beluk dunia pendidikan.
Namun bagi sebagian guru, membuat tulisan bukan pekerjaan yang mudah mengingat beban tugas mereka sebagai pengajar menyita cukup banyak waktu.“Kegiatan menulis perlu untuk kualifikasi akademis namun beban tugas yang banyak sering membuat kami sulit merealisasikan menulis. Fokus kami lebih pada pengembangan metode belajar, inovasi dalam kegiatan belajar, evaluasi dan yang lainnya,”ungkapnya
Selain itu, kata dia,akses terhadap media informasi yang masih terbatas di sebagian daerah membuat para guru kesulitan mendapat materi pendukung untuk membuat tulisan.Menurut Muhamad Kayat, kesulitan itu bisa diatasi dengan menerapkan disiplin menulis dengan materi dan media yang ada.Seperti Para Guru yang bekerja di daerah terpencil seperti di Lebak ,Pger Gunung ,Lebengjumuk ,bahkan di daerah terpencil lainya,Guru, tidak harus membatasi diri dengan membuat tulisan ilmiah terkait prosess pendidikan. “Pasti ada banyak pengalaman saat guru berinteraksi dengan guru yang lain, siswa maupun anggota masyarakat, itu juga bisa di tulis. Saya yakin semua bisa karena selama ini cukup banyak buku- buku inspiratif yang lahir dari tangan guru,” imbuh dia.Guru-guru yang dapat mengakses informasi melalui Internet dan menggunakan fasilitas tersebut bisa lebih mudah memulai kebiasaan menulis mereka. “Luangkan waktu setengah atau satu jam saja untuk menulis, misalnya dengan menulis di blog, lama-lama pasti bisa,”katanya.
Sampai saat ini tradisi membuat tulisan ilmiah maupun bukan ilmiah pada guru pegawai negeri sipil dinilai masih rendah dan hal itu menghambat kenaikan golongan karena pemerintah menjadikan keahlian itu sebagai bagian dari penilaian untuk kenaikan golongan kepangkatan.Guru dari golongan III/B diwajibkan membuat karya pengembangan profesi minimal dua untuk bisa naik pangkat ke golongan III/C. Beban kredit dari karya pengembangan profesi makin tinggi untuk peningkatan golongan yang lebih tinggi. Dari III/C ke III/D minimal empat angka kredit pengembangan profesi dan enam kredit dari Golongan III/D ke IV/D.Dan supaya bisa naik dari Golongan IV/A ke IV/B, seorang guru harus mengumpulkan delapan kredit dengan membuat karya pengembangan profesi.(Gus Murgan)
Grobogan,Metro Realita-
Sebuah Desa terpencil yang 90% wilayahnya perbukitan, tak heran jika Desa tersebut sepi dari dari pengunjung, baik dari para pegawai maupun masyarakat umum apalagi pemuda pemudi, namun yang terjadi kali ini justru sebaliknya, Desa ini Ramai dipadati pengunjung, yang mana pengunjung tersebut rata pengalap berkah dan atau pasangan muda yang sedang dirundung jatuh cinta. Dalam penelusuran, kali ini menengok tempat Wisata Sendang Kyongan. berada di Desa Penganten Kecamatan Klambu Kabupaten Grobogan telah mencoba untuk menemui beberapa pejabat dari desa ,Kecamatan, maupun kabupaten yang tahu akan keberadaan Sendang Keyongan tersebut.
Menurut M Junaedi Kades Keyongan bahwa sendang tersebut setiap hari libur besar Nasional banyak dipadati pengunjung kurang lebih mencapai 500 orang. Diantaranya pengunjung tersebut berasal dari daerah Grobogan sendiri maupun sekitar Grobogan diantaranya Pati, Kudus, Blora, Demak, Rembang, Semarang dll. Pengunjung tersebut lebih didominasi oleh pasangan muda mudi, “mungkin ini masih terkait asal usul sendang ini” Jelasnya.
Dijelaskan oleh Junaidi bahwa karena sendang tersebut juga merupakan ada cerita Legendanya dari Perjalanan Cinta R.Ponocitro alisan Sunan Katong dan Roro Mendut yang merupakan kekasihnya. (Roro mrndut adalah Putri dari Sunan Prawoto yang merupakan Guru dari Sunan Katong)Sekilas dalam perjalanan Cinta mereka telah mati terbunuh oleh abdi dari Sunan Prawoto ditempat tersebut. ,karena roro mendut telah membakang perintah dari ayahanda yang saat itu memerintahkan abdinya mencari roro mendut untuk menyuruhnya pulang. Karena saat itu bertahun tahun pergi dengan sunan katong tanpa ada kabar berita dan tidak pulang. Dengan perintah Sunan Prawoto atas dasar jika mendut tidak tetap pulang agar dibunuh saja. Karuan saja karena yang dicari tidak mau pulang, sehingga abdi dengan terpaksa membunuh roro mendut, sementara ketika sunan katong tahu jika kekashnya terbunuh, karena saking cintanya sehingga sunan katong juga tidak tinggal diam, dia berusaha untuk menolong kekasihnya dengan cara menelungkupi, namun sia sia usahnya, sehingga dia ikut juga terbunh tertancap tombak abdi sunan Prawoto hingga menembus (keduanya tertusuk tombak)
Itulah sekilas cerita legenda tentang sendang keyongan, yang hingga kini masih ramai dipadati pengunjung setiap hari libur. Meski demikian, Sendang tersebut sampai kini pihak Pemkab Grobogan belum pernah ikut mengelolanya, selama ini sendang tersebut hanya 1005 dikelolo oleh pihak Desa tersebut. Secara otomatis segala sesuatunya dalm Biaya perawatan harus Desa setempat yang harus menanggung beban biaya. Tidak jarang masyarakat tersebut dengan suka rela secara iuran swadaya untuk dipakai biaya perawatan Sendang tersebut. Masyarakat setempat sanggat sadar karena diyakini bahwa jika menyumbang dana maupun tenaga mereka untuk kepentingan sendang tersebut mereka meyakini semakin lancar dalam mencari rejeki baik dari segi profesi apapun. Termasuk juga keselamatan terutama yang mereka harapkan.
Dalam pantauan metro realita bahwa sendang tersebut juga bermanfaat untuk menghidupi masyarakat setempat, karena sumber air tidak pernah surut sehingga bisa bermanfaat untuk air minum,pengairan sawah seluas 36 Ha, mandi dll.dengan demikiian sendang tersebut benar sangat membantu kelancaran ekonomi warga.Sementara itu kades berharap agar dalam hal ini Pihak Pemkab Grobogan ikut serta perduli dalam membangun sendang tersebut, karena dalam segi umum saja jelas bisa bermanfaat dalam meningkatkan ekonomi warga contohnya bisa untuk PDAM dan mengairi sawah. “Jelasnya.
Di sekitar Sendang Keyongan terdapat tanaman pohon besole yang besar dan rimbun, mata air Sendang Keyongan berkedalaman 4 M dan tidak pernah surut biarpun di musim kemarau. Pada bulan syawal sendang ini ramai didatangi pengunjung dari dalam maupun luar daerah seperti Kudus, Demak, dan lainnya. Sayangnya lokasi Sendang Keyongan sejak tahun 2006 sampai sekarang tidak pernah di rawat.
Sedangkan dari Disporabudpar (Dinas pariwisata) Suwarsi mengatakan bahwa Sendang Keyongan belum mendapatkan perawatan dikarenakan belum teralokasinya dana. Saat ini alokasi dana baru mencukupi untuk 3 lokasi Pariwisata yaitu Guwo Macan, Kedungombo dan Bledug Kuwu. Jelasnya.
Blog Template 4U : Home | Contact Us | Subcribe | Term Of service | Privacy Policy | Submit Template / Theme
Network : Blogspot Tutorial | Hot News | Credit Loan Centre | Blogger Thanks To : form scripts | FamFamFam
Copyright 2009 All Rights Reserved Magazine 4 column themes by One 4 All
